Cerita Jokowi “Todong” Pengusaha Untuk Ikut “Tax Amnesty”

JAKARTA, KOMPAS.com – Masih ingat momen saat Presiden Joko Widodo mengundang seratusan pengusaha ke Istana buat mensosialisasikan program amnesti pajak?

Acara itu berlangsung pada 22 September 2016 lalu.

Dalam acara yg digelar malam itu, ternyata Jokowi ‘menodong’ para pengusaha buat mengikuti program amnesti pajak.

“Saya undang 185 (pengusaha ke Istana), yg hadir 170. Saya sampaikan segera ketika itu, ya memang aku marah, aku ngomong aku kecewa,” ujar Jokowi, dalam acara Satu Meja di KompasTV, Senin (17/10/2016).

Dalam acara itu, tampak hadir sejumlah konglomerat, antara yang lain Arifin Panigoro, Sugianto Kusuma alias Aguan, Alim Markus, Erwin Aksa, Rosan Roeslani, Aburizal Bakrie, Oesman Sapta Odang dan Surya Paloh.

Jokowi kecewa lantaran program amnesti pajak tak direspons baik oleh mereka.

“Saat itu juga aku segera tunjuk sesuatu per satu. Bapak hari Senin bayar, hari Selasa Bapak B bayar, Bapak C nanti Rabu, Kamis, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat. Langsung kita urut,” lanjut dia.

(Baca: Kumpulkan Pengusaha di Istana, Jokowi Sosialisasikan “Tax Amnesty”)

Menurut dia, cara itu ampuh. Buktinya, pada termin pertama program amnesti pajak yg ditutup pada 31 September 2016, uang tebusan tercatat Rp 97,1 triliun (dari target Rp 165 triliun).

Adapun, jumlah harta yg dideklarasikan serta direpatriasi, yakni mencapai Rp 3.540 triliun.

“Saya kira pendekatan-pendekatan Indonesia memang harus seperti itu. Kalau cuma sosialisasi, tak dirangkul, tak diajak, mulai berbeda,” ujar Jokowi.

Keberhasilan amnesti pajak pada tahap pertama ini juga yaitu jawaban atas pesimistis sejumlah pihak.

Jokowi meluruskan, yg paling utama dalam amnesti pajak adalah bukan berapa rupiah yg masuk ke kas negara, namun momentum reformasi sistem perpajakan Indonesia.

Diterbitkannya UU Amnesti Pajak mulai disempurnakan lagi dengan dikeluarkannya sejumlah UU, antara yang lain UU Ketentuan Umum Perpajakan, UU PPH dan UU PPN.

“Tujuan yg juga lebih utama adalah membangun sebuah trust masyarakat terhadap pemerintah bahwa membayar pajak itu utama dalam rangka membangun negara,” ujar Jokowi.

“Dan kalian harapkan dari uang pajak tadi mampu membangun infrastruktur. Masyarakat pembayar pajak tadi juga dapat lihat hasilnya nyata. Itulah yg ingin kalian bangun,” lanjut dia.

Kompas TV Rekening “Gendut” di Perbankan Bertambah

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2016/10/18/07044071/cerita.jokowi.todong.pengusaha.untuk.ikut.tax.amnesty.

Leave a Reply