Di Sidang Praperadilan, Istri Irman Gusman Sebut Penyelidik KPK Tidak Sopan

JAKARTA, KOMPAS.com — Istri mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, Liestiyana Rizal Gusman, menganggap penyelidik KPK bersikap kasar dan tidak sopan ketika menangkap Irman.

Irman ditangkap di rumah dinasnya, Jalan Denpasar, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (17/9/2016).

“Bentak-bentak bapak, bilang ikut, kalau enggak aku mulai borgol bapak, berkali-kali bicara kalau tak mau ikut ke KPK bapak mulai diborgol,” ujar Liestiyana menjawab pertanyaan kuasa hukum Irman, Tommy Singh, dalam sidang praperadilan di PN Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2016).

(Baca: Penyelidik Tangkap Irman Gusman, KPK Dituding Lakukan Kesalahan Prosedur)

Liestiyana mengaku telah mengingatkan penyelidik buat bersikap lebih sopan. Terlebih lagi, suaminya yaitu Ketua DPD.

“Perlakuannya beda, seperti bukan Ketua DPD. Saya tak terima suami aku dibentak dan diperlakukan tak pantas,” kata dia.

Selain itu, Liestiyana juga menyebut bahwa surat penangkapan yg dibawa penyidik KPK bukanlah buat suaminya, melainkan atas nama Direktur CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum KPK Setiadi kepada Liestyana bertanya terkait apa yg ditanyakan penyidik ketika datang di rumah dinas tersebut.

Namun, Liestiyana mengaku tak ingat apa pun. Ia juga mengaku tak mengingat pembicaraan antara Irman, Xaveriandy, dan Memi.

Liestiyana mengaku cuma mengingat ketika itu Irman meminta dirinya membawa turun sebuah bungkusan yg diletakkan dekat ruang rias.

“Saya tak ingat apa pun. Saya ingat ada beberapa orang ini (Xaveriandy dan Memi) di bawah. Petugas sebut kuota gula impor,” kata dia.

KPK sebelumnya menangkap Irman bersama Direktur CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto, dan istri Xaveriandy, merupakan Memi, serta adik Xaveriandy, Willy Sutanto.

Penyidik KPK juga mengamankan uang tunai Rp 100 juta yg dibungkus plastik berwarna putih.

Uang tersebut diduga suap dari Xaveriandy bagi Irman terkait pengurusan kuota gula impor yg diberikan Bulog.

(Baca: KPK Bantah Jebak Irman Gusman)

Berdasarkan gelar masalah yg dikerjakan pimpinan KPK dan penyidik, Irman, Xaveriandy, dan Memi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap ini.

Awalnya, KPK menangani masalah yang lain punya Xaveriandy, merupakan penangkapan 30 ton gula pasir tanpa label Standar Nasional Indonesia (SNI) yg tengah berjalan di Pengadilan Negeri Padang.

Dalam kasus tersebut, KPK juga memutuskan Xaveriandy sebagai tersangka karena memberi suap Rp 365 juta kepada Farizal, jaksa dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat.

Kompas TV Irman Gusman Gugat Praperadilan terhadap KPK

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2016/10/27/16043671/di.sidang.praperadilan.istri.irman.gusman.sebut.penyelidik.kpk.tidak.sopan

Leave a Reply