Draf RUU Pemilu Sebaiknya Mengatur Mekanisme Pembentukan Koalisi Permanen

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengamat politik Alfan Alfian menyatakan, draf Rancangan Undang-undang Pemilu semestinya memasukan mekanisme pembentukan koalisi permanen.

Hal itu, kata Alfan, yaitu salah sesuatu cara bagi merealisasikan tujuan dari penyelenggaraan pemilu serentak, merupakan menghasilkan pemerintahan yg efektif dengan memperkuat sistem pemerintahan presidensial.

“Koalisi permanen itu kan bertujuan buat mencegah terjadinya divided government, itu agar sistem presidensial menguat. Mekanisme seperti itu (koalisi permanen) mestinya dimasukkan ke dalam draf RUU Pemilu,” kata Alfan dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016).

Alfan mengatakan, dua pihak sebelumnya juga telah mengusulkan hal tersebut. Bahkan, kata Alfan, ada pihak yg mengusulkan agar partai yg sejak awal menyatakan kesediaan membangun koalisi permanen diberi insentif oleh pemerintah.

Itu, menurut Alfan, yaitu bentuk penghormatan kepada partai politik (parpol) atas komitmennya menguatkan sistem presidensial.

“Mekanismenya mampu saja melalui perjanjian tertulis sebelum pemilu, itu utama buat dikerjakan agar di tengah jalan parpol yg telah mendukung pemerintah tak berganti haluan. Dengan begitu pemerintahan dapat efektif,” papar Alfan.

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2016/11/19/15245641/draf.ruu.pemilu.sebaiknya.mengatur.mekanisme.pembentukan.koalisi.permanen

Leave a Reply