Gerindra Sebut Tak Ada Kontrak Tertulis Agar Anies Tak Maju Pilpres 2019

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, tidak ada perjanjian tertulis antara Anies Baswedan dengan pihaknya dan Partai Keadilan Sejahtera agar menyelesaikan masa jabatan seandainya terpilih sebagai Gubernur DKI.

Namun, ia mengakui adanya kontrak moral antara Anies-Sandiaga Uno dengan PKS dan Gerindra.

“Kalau sampai perjanjian tertulis supaya Anies tak maju Pilpres enggak ada. Tapi kalau sebatas kontrak moral buat menyelesaikan masa jabatan memang itu ada,” kata Dasco ketika dihubungi, Selasa (27/9/2016).

Dasco menambahkan, kontrak moral memang suatu hal yg biasa dibuat antara partai pengusung dengan pasangan calon yg diusung.

(baca: Sekjen Golkar Ancam Kader yg Tak Dukung Ahok-Djarot)

Sebab partai pengusunglah yg mengantarkan pasangan calon sehingga turut menanggung beban moral agar mereka menyelesaikan masa baktinya hingga akhir periode seandainya terpilih.

“Kalau soal Anies maju sebagai capres apa enggak, aku rasa enggak mampu diomongin dari sekarang juga karena politik kan dinamis. Jadi ya dilihat nanti aja, yg utama sekarang menang lalu di DKI,” kata Dasco.

Presiden PKS Sohibul Iman sebelumnya mengakui partainya dan Gerindra mengadakan kesepakatan tak tertulis dengan Anies-Sandiaga.
 
 
Perjanjian tersebut mengharuskan agar Anies-Sandi menyelesaikan masa kerjanya memimpin DKI Jakarta hingga 2022, seandainya mereka memenangkan kontestasi Pilkada DKI 2017.

“Iya betul ada (perjanjian). Anies-Sandi wajib menuntaskan masa tugasnya sampai 2022. Ini persoalan tanggung jawab sebagai gubernur, jadi bukan soal mencalonkan diri di Pilpres,” ujar Sohibul melalui pesan singkat, Senin (26/9/2016).

Ia menambahkan, jabatan Gubernur DKI Jakarta yaitu amanah yg harus diemban oleh Anies-Sandi seandainya mereka menang.

“Sehingga berhenti di tengah jalan tentu tak etis dan bahkan mungkin menabrak aspek yuridis pula,” kata Sohibul.

Kompas TV Anies: Terbebas dari Segala Macam Narkoba

Presiden PKS Sohibul Iman sebelumnya mengakui partainya dan Gerindra mengadakan kesepakatan tak tertulis dengan Anies-Sandiaga. (baca: PKS Akui Ada Perjanjian agar Anies-Sandiaga Pimpin Jakarta hingga 2022) Perjanjian tersebut mengharuskan agar Anies-Sandi menyelesaikan masa kerjanya memimpin DKI Jakarta hingga 2022, seandainya mereka memenangkan kontestasi Pilkada DKI 2017.

“Iya betul ada (perjanjian). Anies-Sandi wajib menuntaskan masa tugasnya sampai 2022. Ini persoalan tanggung jawab sebagai gubernur, jadi bukan soal mencalonkan diri di Pilpres,” ujar Sohibul melalui pesan singkat, Senin (26/9/2016).

Ia menambahkan, jabatan Gubernur DKI Jakarta yaitu amanah yg harus diemban oleh Anies-Sandi seandainya mereka menang.

“Sehingga berhenti di tengah jalan tentu tak etis dan bahkan mungkin menabrak aspek yuridis pula,” kata Sohibul.

Kompas TV Anies: Terbebas dari Segala Macam Narkoba

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2016/09/27/10463001/gerindra.sebut.tak.ada.kontrak.tertulis.agar.anies.tak.maju.pilpres.2019

Leave a Reply