Minta Keterangan Staf Ahok, Polisi Klarifikasi Video Yang Kutip Ayat Kitab Suci

JAKARTA, KOMPAS.com – Penyelidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri sudah meminta informasi salah seorang staf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Staf yg mendampingi Ahok ketika berkunjung ke Kepulauan Seriu itu dimintai klarifikasi soal kutipan surat Al Maidah.

Kalimat yg menyebut ayat 51 surat Al Maidah itu dilontarkan Ahok di depan warga ketika berpidato di Kepulauan Seribu.

“Dia menjelaskan ada kejadian itu di Pulau Seribu. Tapi persoalan menista atau tidak, dia tak berani komentar,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Agus Andrianto ketika dihubungi, Kamis (20/10/2016).

Agus mengatakan, staf membenarkan adanya pernyataan tersebut terlontar dari mulut Ahok.

Keterangan yg sama juga diberikan sejumlah saksi yg diperiksa sebelumnya. Para saksi itu adalah pejabat dan masyarakat Pulau Seribu.

“Rata-rata menjelaskannya seperti itu (sama dengan video),” kata Agus.

Namun, polisi belum bisa menyimpulkan karena masih banyak rangkaian penyelidikan yg harus dilewati.

Salah satunya yakni mempelajari hasil uji laboratorium forensik terhadap video yg menayangkan pernyataan Ahok tersebut.

“Hari ini aku mulai koordinasi dengan Kepala Labfor, mudah-mudahan minggu ini telah selesai,” kata Agus.

Agus menilai permintaan informasi para saksi telah cukup. Rencananya, minggu depan penyelidik meminta pendapat ahli bahasa, ahli agama, dan ahli pidana.

 

(Baca: Polisi Akan Periksa Staf Ahok)

“Nanti kalian konsultasikan dengan para ahli apakah ini masuk kategori menista atau tidak. Nanti mereka yg menentukan,” kata Agus.

Agus memastikan proses penyelidikan tetap berjalan meskipun menjelang masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah, di mana Ahok menjadi salah sesuatu kandidatnya bagi Pilkada DKI Jakarta.

“Proses ini tak mulai menghambat beliau. Proses inkrachtnya kan panjang,” kata Agus. Sejauh ini, polisi menerima delapan laporan masyarakat terhadap Ahok.

Seluruh laporan mulai ditangani Bareskrim Polri. Video tersebut pertama kali diunggah oleh pemilik akun Facebook Buni Yani.

(Baca: Ahok Minta Maaf kepada Umat Islam)

Polisi menduga, mampu saja tayangan yg diunggah itu tak utuh. Hal itu dikarenakan bermunculan berbagai pemahaman masyarakat mengenai ucapan Ahok.

Oleh karena itu polisi mulai mendatangkan ahli bagi melihat konten secara utuh dan menemukan apakah ada indikasi penistaan agama dalam tayangan itu.

Kompas TV Polri Tindaklanjuti Laporan Tuduhan Penistaan Agama oleh Ahok

 

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2016/10/20/16381691/minta.keterangan.staf.ahok.polisi.klarifikasi.video.yang.kutip.ayat.kitab.suci.

Leave a Reply