Turis Australia Doyan Lakukan Hal-hal Gila Saat Liburan

KOMPAS.com – Sebuah penelitian yang dikerjakan oleh lembaga asuransi perjalanan, Southern Cross Travel Insurance, menemukan bahwa dua pertiga dari 1.000 warga Australia yang disurvei mengaku pernah melakukan hal-hal gila saat berlibur.

Bentuk petualangan “gila” yg paling umum dikerjakan adalah berenang telanjang, melompat dari tebing, menyusuri sungai dengan ban, membuat tato atau tindik, dan minum alkohol terlalu banyak.

Akibat petualangan gila tersebut, lebih dari setengahnya memerlukan bantuan medis. Sementara 36 persen lainnya mengalami luka-luka.

Media sosial dan kebutuhan untuk mendokumentasikan pengalaman liburan pasti telah menambah tekanan buat turis Australia. Hal itu mendorong sesama turis buat berlomba-lomba mengalahkan sesuatu sama lain dalam hal status (di media sosial), kata dosen senior pariwisata di University of Technology Sydney, Dr Jennie Small, seperti dikutip dari News.com.au.

Hal yg tidak mengherankan, 14 persen dari turis Australia mengaku mereka sudah membuat klaim asuransi sebagai akibat dari melakukan tindakan “gila” ketika liburan.

Seperti dalam perkara wisatawan di New South Wales, Dylan Catzikiris (20) mengalami benturan pada tulang selangka saat ia menaiki troli belanja. Hal itu terjadi ketika menyusuri jalan-jalan di Calgary selama masa liburan kerja.

Saya tidak berpikir itu terlalu hal yg sangat memerlukan keberanian, tetapi saat troli aku masuk ke selokan, aku pun terbang. Saya merasa sedikit sakit di lengan aku dahulu aku pergi ke rumah sakit naik bus, jelas Catzikiris seperti dikutip dari news.com.au.

Hasilnya, petugas rumah sakit mengatakan, ia mengalami patah tulang serius dan harus beristirahat total. Beruntungnya, ia memiliki asuransi kesehatan yg mampu menutupi biaya rumah sakit sebesar 20.000 dollar Australia.

Chief Executive dari Southern Cross Travel Insurance, Craig Morrison, mengatakan, wisatawan harus memeriksa asuransi mereka sebelum terlibat dalam kegiatan berisiko di luar negeri. Ia pun berpendapat tidak ada hal yg baik yg terjadi setelah tengah malam.

“Namun, seandainya Anda ditangkap karena terlibat dalam kegiatan ilegal, tak ada kebijakan asuransi perjalanan mulai menutupi Anda,” kata Morrison.

Dr Jennie Small mengatakan, ada dua bukti bahwa liburan yg dikerjakan memiliki jaminan bagi meningkatkan adrenalin untuk sebagian orang.

“Saat liburan, itu adalah ruang dan waktu di mana kalian dapat kurang terkendali, tak masuk akal seperti kami di rumah dan melakukan kegiatan yg mungkin berisiko. Anak-anak muda lebih mungkin buat menjadi pengambil risiko dan laki-laki lebih mungkin buat menjadi pengambil risiko daripada wanita,” ungkap Dr Jennie Small.

Sebelumnya, banyak diberitakan tentang ulah turis Australia ketika berlibur. Salah satunya adalah tentang tindakan turis Australia yg menggunakan celana dalam ketika menonton balapan mobil di ajang Malaysian Grand Prix dua waktu lalu.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/12/180500827/turis.australia.doyan.lakukan.hal-hal.gila.saat.liburan

Leave a Reply