Wiranto: Langkah Pemerintah Pada Tahun 1965 Sebagai Upaya Penyelamatan Negara

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, pemerintah sudah melakukan sejumlah pendekatan buat menyelesaikan masalah HAM berat atas peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Namun, pemerintah menetapkan mulai memakai pendekatan non-yudisial bagi menyelesaikan peristiwa tersebut.

Wiranto menjelaskan, dari pendekatan yudisial didapati bahwa peristiwa tersebut termasuk ke kategori the principles clear and present danger. Artinya, negara ketika itu bisa dinyatakan dalam kondisi bahaya sehingga seluruh tindakan terkait keamanan nasional (national security) yaitu tindakan penyelamatan.

“Dari peristiwa tersebut juga bisa berlaku adigium ‘Abnormaal recht voor abnormaale tijden’, tindakan darurat buat keadaan darurat yg bisa dibenarkan secara hukum dan tak mampu dinilai dengan karakter hukum masa sekarang,” kata Wiranto ketika mengatakan informasi seusai menghadiri upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Sabtu (1/10/2016).

Ia menambahkan, konsultasi dan konsolidasi bagi membedah masalah yg dikerjakan penyelidik Komnas HAM dan penyidik Kejaksaan Agung rupanya menemui hambatan. Salah satunya, merupakan sulitnya pemenuhan alat bukti yg cukup.

“Terdapat (pula) kesulitan bagi terpenuhinya standar pembuktian sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. Dengan demikian, bagi menyelesaikannya diarahkan melalui cara-cara non-yudisial,” ujarnya.

Baca juga: Wiranto: Peristiwa 1965 Kasus HAM Berat, Penyelesaian Pakai Pendekatan Non-yudisial

Lebih jauh, ia mengatakan, penyelesaian masalah 1965 dengan pendekatan non-yudisial mulai mengedepankan sejumlah hal, merupakan tak ada lagi nuansa saling menyalahkan dan tak ada lagi penyulutan kebencian.

Selain itu, sikap dan keputusan pemerintah dibenarkan oleh hukum dan dalam pelaksanaanya tak mulai menimbulkan ekses negatif yg berkepanjangan.

“Keempat, tergambar kesungguhan pemerintah buat menyelesaikan tragedi tersebut dengan sungguh-sungguh; dan kelima pemerintah mengajak buat menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran buat bangsa Indonesia agar di masa kini dan masa depan peristiwa itu tak terulang lagi,” kata Ketua Umum Partai Hanura itu.

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2016/10/01/10335911/wiranto.langkah.pemerintah.pada.tahun.1965.sebagai.upaya.penyelamatan.negara

Leave a Reply